Sate Khas Padang Panjang

Posted: August 5, 2009 in Minangkabau

satemakajatdlm3Sate Padang Mak Ajat yang nama kompletnya ‘Sate Minang Mak Ajat, Padang Panjang Sutan Sati’. Warung sate turun temurun yang menurut pemiliknya telah berdiri sejak tahun 1960 ini sangat bersahaja. Terletak di depan rumah makan Padang Baringin yang bersebelahan dengan gallery Foto Oktagon. Warung berukuran 4×1,5m ini kini dijaga oleh istri dan anak Mak Ajat setelah sang ayah meninggal. Sepeninggal sang suami, Ibu Nuranilah yang bertugas meracik bumbu untuk semua masakan yang di jual di warung ini. Karena itu cita rasa sate Mak Ajat boleh dibilang stabil.

Dalam kuliner Minang sate memang disajikan dalam dua versi. Sate yang biasanya terdiri dari potongan daging dan jeroan sapi rebus dibakar di atas bara api lalu disiram kuah kental dan disajikan dengan potongan ketupat. Kuah kental yang mirip bubur inilah yang menjadi ciri khasnya.

Sate yang berasal dari Pariaman dan daerah pesisir, berkuah kemerahan dengan aroma rempah yang lembut. Sedangkan yang berasar dari daerah pegunungan seperti Bukittinggi dan Padangpanjang yang terkenal dengan sebutan ala Mak Syukur, memakai kuah berwarna kuning, dengan aroma kari yang tajam. Sate ala Mak Syukur ini lebih mudah ditemui di penjaja keliling.

Sebenarnya racikan bumbu tergantung pada selera. Yang kemerahan memakai banyak cabai merah, sehingga pedas rasanya. Sedangkan yang kuning memakai lebih banyak kunyit dan bumbu kari. Uniknya, sate Mak Ajat yang berasal dari Padang Panjang justru tidak berwarna kuning tetapi merah agak kecokelatan dengan aroma rempah yang harum, lembut, tidak terlalu tajam. Racikan khas Mak Ajat inilah yang bertahan hingga 45 tahun. Kuahnya kental, merah agak kecokelatan. Aroma harum bumbu menebar saat diaduk-aduk. Jeroan dan daging sapi terasa sangat lembut, empuk, sangat pas dengan kuah yang tak terlalu ‘berat’ rasa bumbunya.

Setelah masuk ke tenggorokan, barulah terasa pedas panas merica dan rempah dalam bumbunya. Ketupatnya pun putih, lembut dan harum. Menurut ibu Nurani, rahasia kuah yang enak terletak pada kaldu daging yang dipakai sebagai bahan utama. Pantas saja warung sate ini tak pernah kehabisan penggemar. Warung ini beroperasi mulai pulul 17.00 WIB sampai 00.00 WIB. Selain Sate Padang, menu lain yang di tawarkan di warung sate Mak Ajat adalah soto Padang. Untuk harga, sate Mak Ajat memasang harga reasonable. Untuk minumannya, dapat memesan teh tawar hingga aneka jus buah.

Sate Padang Mak Ajat (Buka Pk 17.00 WIB-00.00 WIB, Jl Gunung Sahari No. 50, Jakarta Pusat (depan Gallery Oktagon)

sumber: detikFood

Comments
  1. elsi says:

    hmmmm…mak nyus tu kayanya