Martabak Asli Kubang

Posted: August 5, 2009 in Minangkabau

kubangMartabak Sumbar ini tidak dijual di gerobak tetapi di sebuah rumah makan ‘Martabak Kubang’. Aroma harum kari bercampur gurih lemak yang berasal dari wajan martabak dan roti cane harum menggoda. Mirip-mirip aroma rumah makan India! Ya, tidak salah lagi, kuliner Sumbar memang mengadaptasi kuliner kaum pedagang dari India di masa lampau. Bentuknya persis seperti martabak yang lain, segi empat dan dipotong-potong berikut sausnya dalam mangkuk kecil.

Martabak berwarna semburat kemerahan bercampur gosong kecokelatan segera menebarkan aroma harum sekali! Sausnya berwarna cokelat yang encer terasa dominan rasa kecap, ditambah irisan tipis tomat merah, bawang Bombay dan cabai rawit. Rasanya? Manis, asin, pedas dan segar. Konon racikan saus inilah yang bikin orang ketagihan.

Sepotong martabak yang masih hangat itu ditaruh piring dan diguyur 2-3 sendok makan saus. Setelah dibiarkan sesaat rasa saus akan meresap dan martabak jadi agak lembek. Saat sampai di mulut, hmmm…pedas, gurih, dan sedikit manis. Isinya pedas dan kulitnya ‘krenyes-krenyes’. “Lama bana” kata orang Padang. Kalau martabak telur biasa diisi daging cincang plus irisan daun bawang maka martabak Kubang ini diisi rendang daging yang diiris halus berikut bumbunya lalu dikocok bersama campuran telur bebek dan telur ayam.

Rasa kulit yang gurih renyah dengan isi yang pedas harum inilah yang memikat. Rasa pedas tak membuat orang kapok tetapi justru ketagihan. Selain itu ada menu roti cane dan kari kambing. Roti cane merupakan jenis ‘flat bread’ alias roti tanpa ragi. Roti pipih gaya India ini terbuat dari tepung terigu, mentega dan air. Setelah adonan dibentuk pipih, dimasak di atas wajan datar hingga berwarna kuning kecokelatan. Lapisan lemak mentega membentuk guratan-guratan adonan yang berlapis-lapis.

Saat menyajikan, roti cane diurai hingga serpihan lemak dan aromanya sangat gurih menggelitik hidung. Cara makannya, persis seperti makan kari India, cuil sedikit demi sedikit Roti Cane lalu celupkan ke dalam kari kambing atau cukup dengan gula pasir. Rasa gurih roti cane sangat pas dengan rasa pekat pedas kari kambing yang berkuah kental. Rasa pedas kari kambing sedikit terhapus dengan rasa gurih roti cane. Kalau sedang musuhan dengan kambing, juga tersedia Kari Ayam.

Nama Kubang diambil dari sebuah nama desa di daerah Payakumbuh, Sumatera Barat, tempat kelahiran Bapak Hayuda Yusri Darwis si empunya resep asli. Semua bumbu dari menu yang tersedia merupakan hasil karya Bapak Hayuda. Di Padang sendiri, rumah makan Martabak Kubang yang berdiri sejak tahun 1971 berada di Jln. Prof Yamin SH No. 138 B, Padang-Sumbar.

Dan untuk menciptakan cita rasa yang sama dan menampilkan ciri khas daerah Kubang, semua bumbunya dikirim langsung dari Kubang. Pantas saja racikan bumbunya sangat ‘berani’ dan mantap. Untuk menemani martabak dan kari yang hot ada berbagai minuman yang manis. Seperti es Tebak alias es cendol Sumbar, yang terbuat terbuat dari tepung beras. Atau Teh Telor (Teh Talua), yang merupakan campuran teh, gula dengan telur ayam kampung mentah yang diaduk dalam satu gelas. Karena dikocok dengan teh dengan air panas dan kepekatan yang pas, tidak terlacak lagi aroma anyir telur tetapi justru gurih dan manis! Teh telor adalah The Real Cappucino.

Kalau bosan dengan martabak, Rumah Makan Martabak Kubang juga menyajikan masakan lain, seperti Sate Padang, Nasi Goreng, Mie Goreng, Otak-Otak, Kuah Kari Kambing atau Ayam yang terjual terpisah dengan Roti Cane, Es Jus Ketimun, serta aneka macam minuman soda yang dicampur dengan susu atau dengan telur. Mengenai harga jangan khawatir, harga di rumah makan ini relatif terjangkau oleh siapapun.

Martabak Kubang ini membuka cabangnya di Jln. Raya Kalimalang No. 14B-Jaktim, Jln. Biak Roxy-Jakpus dan Jln. Raya Margonda-Depok dan Jln. Dr. Saharjo no. 98 Jakarta Selatan Telp. (021) 8295328. “Tambuah ciek da”

sumber: detikFood

Comments are closed.